1 Perwira Militer Terluka Usai Ledakan di Korsel-Korut. Perbatasan paling tegang di dunia kembali jadi sorotan pada 20 November 2025. Seorang sersan staf tentara Korea Selatan terluka akibat ledakan ranjau darat saat patroli rutin di Zona Demiliterisasi (DMZ) sisi selatan. Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.30 pagi ini langsung picu kewaspadaan tinggi militer Korsel, meski belum ada indikasi keterlibatan langsung Korea Utara. Ledakan ini jadi pengingat bahwa DMZ tetap penuh bahaya, bahkan setelah 72 tahun perang berakhir. INFO CASINO

Lokasi dan Kronologi Ledakan: 1 Perwira Militer Terluka Usai Ledakan di Korsel-Korut

Ledakan terjadi di area Cheorwon, Provinsi Gangwon, saat tim patroli sedang lakukan tugas deteksi ranjau. Sersan berusia 24 tahun itu menginjak ranjau anti-personel yang sudah terkubur puluhan tahun. Ledakan merusak kaki kirinya, tapi nyawanya berhasil diselamatkan berkat respons cepat rekan satu tim. Helikopter medis langsung evakuasi korban ke rumah sakit militer di Seoul, di mana ia segera jalani operasi. Kondisinya stabil meski luka cukup serius. Militer Korsel sebut ranjau itu kemungkinan besar warisan Perang Korea yang bergeser karena hujan deras dan longsor baru-baru ini.

Bahaya Ranjau Darat yang Masih Mengintai: 1 Perwira Militer Terluka Usai Ledakan di Korsel-Korut

DMZ sepanjang 248 kilometer itu diperkirakan masih berisi 1-2 juta ranjau darat dari kedua belah pihak. Banyak ranjau sudah karat dan tidak stabil, mudah terpicu oleh perubahan cuaca atau aktivitas hewan. Sejak 2018, kedua Korea pernah sepakat bersihkan sebagian ranjau di zona bersama, tapi proyek itu terhenti setelah hubungan memburuk lagi. Insiden serupa pernah terjadi tahun 2015, saat dua tentara Korsel kehilangan kaki karena ranjau yang diduga ditanam Korut. Kali ini, investigasi awal condong ke ranjau lama, bukan penanaman baru, tapi Korsel tetap tingkatkan patroli dan peringatan di area rawan.

Reaksi dan Kesiagaan Militer Korsel

Komando Gabungan Korsel-AS langsung naikkan status siaga di perbatasan. Patroli diperkuat, drone pengintai dikerahkan lebih intensif, dan komunikasi hotline dengan Korut diaktifkan untuk klarifikasi. Pyongyang belum beri respons resmi, sesuai pola mereka saat insiden ranjau sebelumnya. Pemerintah Korsel tekankan insiden ini tak akan picu eskalasi, tapi jadi momentum dorong kembali proyek pembersihan ranjau yang tertunda. Korban sendiri, meski terluka parah, dilaporkan sadar dan beri semangat rekan-rekannya dari rumah sakit.

Kesimpulan

Ledakan yang luka seorang perwira militer di DMZ 20 November 2025 jadi pengingat pahit bahwa perdamaian di Semenanjung Korea masih rapuh. Ranjau-ranjau tua itu tak kenal politik – mereka hanya tunggu langkah salah untuk meledak. Insiden ini semoga jadi pemicu kedua Korea duduk kembali, lanjutkan pembersihan ranjau, dan kurangi risiko bagi tentara yang setiap hari jaga garis tipis antara damai dan perang. Semoga korban cepat pulih, dan DMZ suatu hari benar-benar bebas dari jebakan mematikan warisan masa lalu.

BACA SELENGKAPNYA DI…